Jurnal yang ditulis oleh Kathryn P. Jackman-Murphy RN, MSN berlandaskan tentang memasukkan kesehatan lingkungan kedalam program kurikulum keperawatan untuk Fakultas Keperawatan yang dipresentasikan pada Konferensi Tahunan National League Untuk Perawat Pada November 2011. Isu yang diangkat cukup menarik mengingat kesehatan lingkungan dan keperawatan memiliki core yang sangat berbeda. Selama ini perawat mengemban tugas untuk memberikan "caring" pada pasien, yang notabenenya pasien itu adalah orang yang sudah berada di fasilitas kesehatan. Sedangkan, kesehatan lingkungan selama ini berada pada koridor memberikan pencegahan dan promosi kesehatan, yang notabenenya sasarannya adalah masyarakat yang tidak berada di fasilitas kesehatan.
Latar belakang dalam jurnal tersebut, membawa nama tokoh yang mempelopori timbulnya ilmu keperawatan yakni Florence Nightingale. Dalam jurnalnya dia mengangkat teori yang disampaikan oleh Florence yakni "No amount of medical knowledge will lessen the accountability for nurses to do what nurses do; that is, manage the environment to promote positive life processes". Dalam definisinya disebutkan bahwa Perawat sebaiknya praktik pada lingkungan yang aman dan hidup dengan cara yang sehat.
Program Keperawatan diharapkan harus mempersiapkan perawat praktik di masa depan dengan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara kompeten memasukkan kesehatan lingkungan kedalam praktik sehari-hari mereka. Disampaikan dalam jurnal ini bahwa Fakultas Keperawatan harus memiliki alat untuk mengintegrasikan konten kesehatan lingkungan kedalam kurikulum keperawatan yang ada.
Lebih lanjut, dalam jurnal tersebut menyampaikan bahwa perawat terdaftar sebaiknya :
• Memperoleh pengetahuan tentang konsep kesehatan lingkungan, seperti penerapan strategi kesehatan lingkungan
• Meningkatkan lingkungan praktik yang mengurangi lingkungan risiko kesehatan bagi pekerja dan pasien.
• Menilai lingkungan latihan untuk faktor-faktor seperti suara, bau, kebisingan, dan cahaya yang mengancam pendukung kesehatan untuk penggunaan produk yang bijaksana dan tepat dalam perawatan kesehatan
• Mengkomunikasikan risiko dan paparan terhadap kesehatan lingkungan strategi pengurangan untuk konsumen perawatan kesehatan, keluarga, kolega, dan komunitas
• Mengkomunikasikan risiko kesehatan lingkungan dan pengurangan pencahayaan strategi untuk konsumen perawatan kesehatan, keluarga, rekan kerja, dan komunitas
• Memanfaatkan bukti ilmiah untuk menentukan apakah suatu produk atau pengobatan adalah ancaman lingkungan
• Berpartisipasi dalam strategi untuk mempromosikan komunitas yang sehat
Akhir kata, peleburan kesehatan lingkungan ke dalam kurikulum keperawatan memiliki banyak manfaat. Manfaat utamanya bagi praktisi perawat dapat meningkatkan keamanan lingkungan praktik dan mengurangi resiko kesehatan akibat dari faktor lingkungan. Oleh sebabnya mempromosikan masuknya kesehatan lingkungan kedalam dunia kependidikan keperawatan sudah barang tentu menjadi hal yang penting dan relevan sebagai tantangan untuk praktisi kesehatan dan promosi kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat lagi.
Baiknya bagi rekan-rekan yang ingin membaca detail tentang jurnal tersebut, dapat klik link pada kata DISINI
Bagaimana pendapat rekan-rekan, setujukah kesehatan lingkungan masuk dalam kurikulum keperawatan? Jika setuju, berikan argumentasinya.
Penulis : Vera Yulyani S.Kep.,MPH
DAFTAR PUSTAKA
Rn, K.P.J., 2015. Environmental health 101 : Incorporating
environmental health into the nursing curriculum. Teaching and Learning in
Nursing, 10(4), pp.192–195. Available at:
http://dx.doi.org/10.1016/j.teln.2015.05.005.
Total Tayangan Halaman
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018
MATRIKULASI KESEHATAN LINGKUNGAN
SELAMAT DATANG PADA MATRIKULASI KESEHATAN LINGKUNGAN
SEPERTI MATRIKULASI PADA MATA KULIAH LAINNYA YANG MENGGUNAKAN CLASSROOM, SILAHKAN MASUKKAN PASSCODE BERIKUT INI :
gkgxfuo
AKAN ADA INSTRUKSI SELANJUTNYA DI GOOGLE CLASSROOM, JANGAN LUPA UNTUK MENGIKUTI KUISNYA PUKUL 21.00, 13 NOVEMBER 2018
TERIMA KASIH
SEPERTI MATRIKULASI PADA MATA KULIAH LAINNYA YANG MENGGUNAKAN CLASSROOM, SILAHKAN MASUKKAN PASSCODE BERIKUT INI :
gkgxfuo
AKAN ADA INSTRUKSI SELANJUTNYA DI GOOGLE CLASSROOM, JANGAN LUPA UNTUK MENGIKUTI KUISNYA PUKUL 21.00, 13 NOVEMBER 2018
TERIMA KASIH
Selasa, 06 November 2018
Pertemuan 6 AMDAL. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Selamat Malam Bapak/Ibu
Pertemuan ke-6 untuk mata kuliah AMDAL akan dilakukan melalui e-learning, saya harap Bapak/Ibu memiliki koneksi dan aplikasi yang memadai untuk mengikuti perkuliahan ini. Akan diberikan Link-Link untuk Bapak/Ibu agar dapat memahami materi pada hari ini. Diakhir sesi ini akan ada kuis AMDAL untuk mengukur pemahaman Bapak/Ibu tentang AMDAL dari pertemuan 1 - 6.
Baik, mari kita mulai e-learning pada malam hari ini. Bapak/Ibu, pertemuan-pertemuan sebelumnya tentu kita telah mempelajari mengenai kesehatan lingkungan, definisi ekosistem sampai pada tipologi ekosistem. Pada pertemuan hari ini kita akan berbicara mengenai Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,maka semestinya pengelolaan SDA ini mengambil konsep tentang konservasi sumber daya alam. Prinsip konservasi adalah perlindungan atau pelestarian dari SDA itu sendiri. Namun ironi, ketika SDA yang kita miliki ternyata masih banyak yang dikuasai oleh Asing atau pihak swasta. Berdasarkan permasalahan tersebut, tentu akan menjadi pertanyaan, apakah SDA yang kita miliki itu telah dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat? Jika sudah, rakyat kalangan mana yang diperuntungkan dengan SDA ini. Atau kita hanya menjadi buruh di tengah kekayaan alam yang kita miliki ini.
Bapak/Ibu, tentu kita tidak dapat menyalahkan dari pihak pemerintah saja. Kita perlu melakukan intropeksi diri, sudahkah kita turut membantu memonitoring agar pasal ini berjalan dengan baik? Jika belum, maka mulailah dari pribadi kita sendiri.
Kembali pada pengelolaan SDA dan lingkungan, dibawah ini, akan ada link yang menunjukkan bagaimana pengelolaan SDA yang terjadi di Indonesia, mohon untuk di klik dan dipelajari :
VIDEO KE-1
VIDEO ke-2
VIDEO Ke-3
Diharapkan mahasiswa mengakses seluruh video tersebut untuk memahami secara komperehensif mengenai pengelolaan SDA dan lingkungan. Video pertama Bapak/Ibu akan digambarkan mengenai pengelolaan SDA di Indonesia. Video kedua Bapak/Ibu akan divisualisasikan mengenai ekologi lingkungan yang selama ini selalu kita bahas di tiap minggunya. Pada video ke-3 Bapak/Ibu sedikit dijelaskan mengenai manajemen lingkungan melalui ISO 14001. Diharapkan video ini dapat menjadi pemicu untuk Bapak/Ibu mengeksplore lebih dalam lagi mengenai pengelolaan SDA dan lingkungan.
Untuk mengakses ppt materi saya Bapak/Ibu dapat mengakses pada link berikut ini ya
Materi Amdal
Bapak/Ibu silahkan pelajari terlebih dahulu materi yang diberikan, setelah dipelajari silahkan mengikuti kuis pada link berikut ini. Kuis ini hanya akan dibuka pada waktu yang telah dijanjikan. Mohon pergunakan dengan baik.
KUIS AMDAL
Sekian e-learning saya pada pertemuan ke-6, sampai bertemu esok hari.. Apapun hasilnya, bersabarlah, proses tidak akan menghianati hasil. Kecuali kalo digoda pelakor.
Salam,
Pertemuan ke-6 untuk mata kuliah AMDAL akan dilakukan melalui e-learning, saya harap Bapak/Ibu memiliki koneksi dan aplikasi yang memadai untuk mengikuti perkuliahan ini. Akan diberikan Link-Link untuk Bapak/Ibu agar dapat memahami materi pada hari ini. Diakhir sesi ini akan ada kuis AMDAL untuk mengukur pemahaman Bapak/Ibu tentang AMDAL dari pertemuan 1 - 6.
Baik, mari kita mulai e-learning pada malam hari ini. Bapak/Ibu, pertemuan-pertemuan sebelumnya tentu kita telah mempelajari mengenai kesehatan lingkungan, definisi ekosistem sampai pada tipologi ekosistem. Pada pertemuan hari ini kita akan berbicara mengenai Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,maka semestinya pengelolaan SDA ini mengambil konsep tentang konservasi sumber daya alam. Prinsip konservasi adalah perlindungan atau pelestarian dari SDA itu sendiri. Namun ironi, ketika SDA yang kita miliki ternyata masih banyak yang dikuasai oleh Asing atau pihak swasta. Berdasarkan permasalahan tersebut, tentu akan menjadi pertanyaan, apakah SDA yang kita miliki itu telah dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat? Jika sudah, rakyat kalangan mana yang diperuntungkan dengan SDA ini. Atau kita hanya menjadi buruh di tengah kekayaan alam yang kita miliki ini.
Bapak/Ibu, tentu kita tidak dapat menyalahkan dari pihak pemerintah saja. Kita perlu melakukan intropeksi diri, sudahkah kita turut membantu memonitoring agar pasal ini berjalan dengan baik? Jika belum, maka mulailah dari pribadi kita sendiri.
Kembali pada pengelolaan SDA dan lingkungan, dibawah ini, akan ada link yang menunjukkan bagaimana pengelolaan SDA yang terjadi di Indonesia, mohon untuk di klik dan dipelajari :
VIDEO KE-1
VIDEO ke-2
VIDEO Ke-3
Diharapkan mahasiswa mengakses seluruh video tersebut untuk memahami secara komperehensif mengenai pengelolaan SDA dan lingkungan. Video pertama Bapak/Ibu akan digambarkan mengenai pengelolaan SDA di Indonesia. Video kedua Bapak/Ibu akan divisualisasikan mengenai ekologi lingkungan yang selama ini selalu kita bahas di tiap minggunya. Pada video ke-3 Bapak/Ibu sedikit dijelaskan mengenai manajemen lingkungan melalui ISO 14001. Diharapkan video ini dapat menjadi pemicu untuk Bapak/Ibu mengeksplore lebih dalam lagi mengenai pengelolaan SDA dan lingkungan.
Untuk mengakses ppt materi saya Bapak/Ibu dapat mengakses pada link berikut ini ya
Materi Amdal
Bapak/Ibu silahkan pelajari terlebih dahulu materi yang diberikan, setelah dipelajari silahkan mengikuti kuis pada link berikut ini. Kuis ini hanya akan dibuka pada waktu yang telah dijanjikan. Mohon pergunakan dengan baik.
KUIS AMDAL
Sekian e-learning saya pada pertemuan ke-6, sampai bertemu esok hari.. Apapun hasilnya, bersabarlah, proses tidak akan menghianati hasil. Kecuali kalo digoda pelakor.
Salam,
Langganan:
Postingan (Atom)