Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bedah Jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Jurnal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2018

INKORPORASI KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM KURIKULUM KEPERAWATAN

Jurnal yang ditulis oleh Kathryn P. Jackman-Murphy RN, MSN berlandaskan tentang memasukkan kesehatan lingkungan kedalam program kurikulum keperawatan untuk Fakultas Keperawatan yang dipresentasikan pada Konferensi Tahunan National League Untuk Perawat Pada November 2011. Isu yang diangkat cukup menarik mengingat kesehatan lingkungan dan keperawatan memiliki core yang sangat berbeda. Selama ini perawat mengemban tugas untuk memberikan "caring" pada pasien, yang notabenenya pasien itu adalah orang yang sudah  berada di fasilitas kesehatan. Sedangkan, kesehatan lingkungan selama ini berada pada koridor memberikan pencegahan dan promosi kesehatan, yang notabenenya sasarannya adalah masyarakat yang tidak berada di fasilitas kesehatan.

Latar belakang dalam jurnal tersebut, membawa nama tokoh yang mempelopori timbulnya ilmu keperawatan yakni Florence Nightingale. Dalam jurnalnya dia mengangkat teori yang disampaikan oleh Florence yakni "No amount of medical knowledge will lessen the accountability for nurses to do what nurses do; that is, manage the environment to promote positive life processes". Dalam definisinya disebutkan bahwa Perawat sebaiknya praktik pada lingkungan yang aman dan hidup dengan cara yang sehat.

Program Keperawatan diharapkan harus mempersiapkan perawat praktik di masa depan dengan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara kompeten memasukkan kesehatan lingkungan kedalam praktik sehari-hari mereka. Disampaikan dalam jurnal ini bahwa Fakultas Keperawatan harus memiliki alat untuk mengintegrasikan konten kesehatan lingkungan kedalam kurikulum keperawatan yang ada.

Lebih lanjut, dalam jurnal tersebut menyampaikan bahwa perawat terdaftar sebaiknya :

• Memperoleh pengetahuan tentang konsep kesehatan lingkungan, seperti penerapan strategi kesehatan lingkungan
• Meningkatkan lingkungan praktik yang mengurangi lingkungan risiko kesehatan bagi pekerja dan pasien.
• Menilai lingkungan latihan untuk faktor-faktor seperti suara, bau, kebisingan, dan cahaya yang mengancam pendukung kesehatan untuk penggunaan produk yang bijaksana dan tepat dalam perawatan kesehatan
• Mengkomunikasikan risiko dan paparan terhadap kesehatan lingkungan strategi pengurangan untuk konsumen perawatan kesehatan, keluarga, kolega, dan komunitas
• Mengkomunikasikan risiko kesehatan lingkungan dan pengurangan pencahayaan strategi untuk konsumen perawatan kesehatan, keluarga, rekan kerja, dan komunitas
• Memanfaatkan bukti ilmiah untuk menentukan apakah suatu produk atau pengobatan adalah ancaman lingkungan
• Berpartisipasi dalam strategi untuk mempromosikan komunitas yang sehat

Akhir kata, peleburan kesehatan lingkungan ke dalam kurikulum keperawatan memiliki banyak manfaat. Manfaat utamanya bagi praktisi perawat dapat meningkatkan keamanan lingkungan praktik dan mengurangi resiko kesehatan akibat dari faktor lingkungan.  Oleh sebabnya mempromosikan masuknya kesehatan lingkungan kedalam dunia kependidikan keperawatan sudah barang tentu menjadi hal yang penting dan relevan sebagai tantangan untuk praktisi kesehatan dan promosi kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat lagi.

Baiknya bagi rekan-rekan yang ingin membaca detail tentang jurnal tersebut, dapat klik link pada kata DISINI

Bagaimana pendapat rekan-rekan, setujukah kesehatan lingkungan masuk dalam kurikulum keperawatan? Jika setuju, berikan argumentasinya.


Penulis : Vera Yulyani S.Kep.,MPH


DAFTAR PUSTAKA

Rn, K.P.J., 2015. Environmental health 101 : Incorporating environmental health into the nursing curriculum. Teaching and Learning in Nursing, 10(4), pp.192–195. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.teln.2015.05.005.