Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Kerusakan lingkungan


Kehidupan masyarakat tidak terlepas dari keberadaan lingkungan. Lingkungan merupakan kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam serta flora maupun fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Selain itu, lingkungan juga berhubungan erat dengan keadaan perekonomian, pasalnya banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian. Namun jika sumber daya alam tersebut terus menerus dieksploitasi secara berlebihan akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana. Oleh karena itu perlu adanya suatu konsep ekonomi yangramah pada lingkungan. atau ekonomi hijau adalah sebuah rezim ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Ekonomi hijau juga berarti perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbon dioksida dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. menyebutkan, ekonomi hijau adalah ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ekonomi hijau ingin menghilangkan dampak negatif  pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan sumber daya alam. Ekonomi hijau ini sendiri merupakan sebuah model pembangunan ekonomi pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan  bisnis msyarakat yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan dan keadilan sosial. Sedangkan pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan  penduduk  dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. menurut Sumitro mendefinisikan pembangunan sebagai suatu transformasi dalam arti perubahan struktur ekonomi. perubahan struktur ekonomi diartikan sebagai perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat yang meliputi perubahan pada perimbangan keadaan yang melekat pada landasan kegiatan ekonomi dan bentuk susunan ekonomi.
pandangan tentang pentingnya transformasi struktur ekonomi pertanian kestruktur ekonomi industri dalam upaya menuju pertumbuhan dalam aspek ini pengertian pertumbuhan asosiatif dengan pembangunan  ekonomi. dibalik pesatnya pembangunan ekonomi masih terdapat sisi negatif dari pembangunan itu sendiri. 0ampak negatif tersebut diantaranya sepertinya pembangunan ekonomi yang  tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup,industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian, penebangan hutan secara ilegal dan besar 1 besaran untuk lahan terbuka mengakibatkan hilangnya habitat alam baik hayati atau pembangunan efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan dan emisi, terlebih lagi pembangunan pabrik yang semakin banyak menyebabkan polusi dan peningkatan emisi karbon dioksida.  
Jika keadaan seperti ini terus menerus dibiarkan maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang sangat besar, cadangan sumber daya alam masa depan akan dengan cepat habis dan parahnya lagi akan terjadi pencemaran lingkungan melalui udara yang diakibatkan meningkatnya emisi karbon dioksida. Misalnya saja emisi karbon dioksida yang berasal dari pabrik pabrik dan kendaraan yang ekosistem mengeluarkan emisi karbon dioksida 3 jam tiap hari. Kendaraan bermotor di seluruh dunia diperkirakan menghasilkan emisi karbon hingga 3 miliar pertahunnya. produksi semen menghasilkan  miliar ton per tahun. Kemudian pembukaan hutan mengakibatkan emisi sekitar 8/ miliar ton per tahun. Total emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh berbagai aktifitas manusia pada tahun  ini mencapai 8/ miliar ton. Energi minyak dan gas bumi juga merupakan salah satu penyumbang terjadinya ekploitasi emisi karbon dioksida dan pemanasan global.
Ekonomi rendah karbon adalah suatu konsep pengembangan perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbon dioksida. Manfaat dari konsep ekonomi rendah karbon diantaranya mengatasi perubahan iklim dunia, menciptakan ekonomi masyarakat setempat dan berkelanjutan, memanfaatkan permintaan pasar untuk investasi produk rendah emisi, menunjukkan nilai dan integritas pembangunan ekonomi rendah emisi, dan melestarikan keaneragaman hayati. Ekonomi rendah karbon sebagai solusi perubahan iklim danlingkungan adalah sektor ekonomi yang didorong pada kondisi karbon neutral bahkan karbonnegatif. Salah satu solusinya yaitu melalui pengembangan energi rendah emisi.Kebijaksanaan energi rendah emisi nasional bertujuan untuk menjamin keamanan pasokan energi dalam mendukung perekonomian negara yang merupakan penggerak pembangunan nasional. Sebagai suatu negara yang banyak penduduknya dan mempunyai wilayah yang luas, pemerataan pembangunan juga berarti pemerataan kesempatan untuk mendapatkan energi yang cukup. Salah satu strategi pengembangan energinasional adalah meningkatkan kegiatan di:ersifikasi energi dengan menganekaragamkan pemanfaatan energi rendah emisi. Hal tersebut sejalan dengan kebijaksanaan umum bidang energi yang memprioritaskan pemanfaatan energi dalam negeri. Sedangkan energi ekspor khususnya minyak dan gas bumi tetap masih memegang peranan penting sebagai sumber de:isa negara untuk manunjang pembangunan nasional. indonesia memiliki potensi energi rendah emisi yang cukup besar, namun pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan energi masih sangat kecil. pemanfaatan energi rendah emisi secara komersial salah satunya yaitu pengolahan energi yang berasal dari panas bumi atau sering di sebut  geothermal.
Energi panas bumi atau geothermal  yang terdapat dan terbentuk  di bawah kerak bumi bertambah seiring bertambahnya kedalaman. Suhu di pusat bumi diperkirakan mencapai
Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang  secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan untuk  pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.
Indonesia terdapat prospek  panas bumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian barat Sumatera, terus ke, bali, Nusa tenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim hidrothermal yangmempunyai temperatur tinggi, hanya beberapa diantaranya yang mempunyii temperatur sedang. Energi panas bumi merupakan sumber daya energi alternatif yang kompetitif karena aman terhadap lingkungan tersedia di lndonesia.

Kesimpulan
Dalam penulisan essay ini, dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memerangi kerusakan lingkungan dan pencegahan peningkatan emisi karbon dioksida 2O yang disebabkan oleh pabrik 1 pabrik industrialisasi, penebangan hutan secara illegal serta efek dari gas rumah kaca diperlukan konsep green Economy yang berdasarkan pada pembangunan berkelanjutan. melalui Ekonomi rendah karbon diharapkan dapatkan menciptakan industrialisasi atau pembangunan pabrik yang menekankan kegiatan rendah Emisi, mampu mengimplementasikan green economy dengan optimal maka keseimbangan alam, bebas polusi dan cadangan sumber daya alam yang bisa digunakan akan stabil.selain itu untuk membantu pemerintah, penulis mengajukan gagasan pengembangan energi rendah emisi dengan berfokus pada energi panas bumi.


Penulis : Siti Rahmawati
Mahasiswa Konversi Angkatan 2018 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Bandar Lampung

Senin, 26 November 2018

Peran Perawat dalam Mengatasi Dampak Dari Perubahan Iklim, Studi Kasus di China

Apakah percaya perubahan Iklim itu nyata? Terlebih dahulu simak video berikut ini

Setelah mengikuti dan menyimak perubahan iklim tersebut, percayakah dengan perubahan iklim? Isu perubahan iklim ini sudah meruak di tahun 2000-an, yang kemudian gencar di sosialisasikan ke banyak negara. Untuk menanggapinya PBB membentuk konferensi Kyoto, awalnya negara yang tergabung dalam konferensi ini hanya sebagian kecil, lambat laun isu perubahan iklim ini semakin nyata sehingga semakin banyak negara yang ikut berkomitmen dalam mengurangi dampak perubahan iklim, salah satunya berkomitmen mengurangi emisi


Selama ini, isu ini hanya mengudara di kalangan terbatas, utamanya pada kalangan ahli atau tokoh yang berkecimpung pada kesehatan lingkungan. Namun, kini isu ini mengudara di tenaga kesehatan lainnya, salah satunya adalah perawat. Berangkat dari jurnal dengan judul "Nurses' knowledge and attitudes regarding potential impacts of climate change on public health in central of China" , kita akan mengupas peran-peran apa saja yang sudah dan harus dilakukan oleh perawat dalam menghadapi perubahan iklim. 

Silahkan sedikit menyimak latar belakang dari jurnal ini, bahwasanya dikatakan jumlah penyakit akibat dari perubahan iklim, setiap tahunnya terus meningkat hal ini ditengarai karena peningkatan jumlah industri. Perawat sebagai pintu gerbang dan bagian utama dari pelayanan kesehatan dirasa perlu meningkatkan perannya dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan individu. Investigasi sebelumnya disebutkan dalam jurnal ini bahwa perawat di negara maju lebih memiliki pengetahuan lebih tentang perubahan iklim dibandingkan dengan perawat di negara berkembang. Untuk itulah penelitian ini dilakukan.

Hasil penelitian dalam jurnal ini menyebutkan bahwa sebagian besar perawat di China memiliki pengetahuan tentang perubahan iklim. Namun, pengetahuannya hanya sebatas pada gagasan bahwa perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Namun, mereka tidak menyadari bahwa perubahan iklim juga mempengaruhi pekerjaan, dan aktivitas mereka sebagai perawat. Temuan penting lainnya dari penelitian ini adalah perawat mengetahui perubahan iklim ini justru dari media sosial, kolega atau teman, hanya sebagian kecil yang mengetahuinya dari pendidikan sekolah. 

Temuan yang menarik bukan, perlu dikritisi, sudahkah dosen perawat dan bahkan perawat pelaksana juga mengetahui bahwa perubahan iklim ini akan dirasakan oleh mereka, dan betapa pentingnya perubahan iklim ini diintegerasikan dalam kurikulum mereka?

Bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui lebih lanjut bisa kontak saya di research gate : vera yulyani

Penulis : Vera Yulyani S.Kep.,MPH